loading...

PANDUAN SUKSES MENANAM TIMUN SURI

0 comments

Tanaman Timun suri sebenarnya bukanlah tanaman yang berada di dalam keluarga mentimun, sepintas perbedaannya berada di bentuk tahun serta bentuk buah yang dimilikinya. Timun suri sebenarnya berada di dalam keluarga labu dengan ciri mirip dengan tanaman anggota keluarga labu yang lain seperti melon. 

Batang tanaman ini ialah batang herba yang sangat penuh dengan klorofil yang berwarna hijau serta tumbuh secara merambat dengan menggunakan sulur. Sekarang ini cara budidaya timun suri sudah mulai di kembangkan di berbagai daerah, mereka lebih melirik kepada nilai ekonomi di timun yang bilang cukup fantastis. 

Jumlah kromosom diploid timun suri ini berjumlah kurang lebih 24 ternyata hal ini berbeda dengan kromosom yang dimiliki oleh diploid dari keluarga timun dan melon yang hanya berjumlah 14. 

Hasil dari karya type ini juga menunjukkan bila timun suri mempunyai bentuk kromosom metasentris yang mempunyai kesamaan dengan varientas yang dimiliki melon lokal. Berdasarkan pada jumlah kromosom ini, dapat di simpulkan bila timun suri bukan merupakan anggota dari spesies timun akan tetapi lebih dekat dengan labu. 

  • Manfaat dari timun suri

Buah timun suri memang salah satu buah yang kaya akan manfaat, buah ini mempunyai serat yang tinggi. Seperti yang sudah-sudah, buah yang mempunyai serat tinggi memiliki banyak manfaat apalagi untuk mencegah pertumbuhan kanker serta saluran pencernaan contohnya seperti kanker usus serta kolon. Hal ini dikarenakan sifatnya yang mengikat zat karsinogen yang menyebabkan kanker di saluran pencernaan. 

Timun suri ini juga kaya dengan kandungan provitamin A yang memiliki fungsi menjaga kesehatan mata bahkan mencegah rusaknya sel di tubuh yang menyebabkan penuaan dini. Vitamin C yang berada di dalam timun suri ini juga sangat tinggi. 

Vitamin ini bisa mencegah timbulnya berbagai macam gangguan penyakit serta infeksi karena sifat dari vitamin C sendiri bisa berfungsi untuk antivirus. Selain kaya dengan kandungan vitamin, timun suri juga terkandung kalium, fosfor, hingga zat besi.

Baca juga : CARA SUKSES BUDIDAYA UBI CELEMBU
  • Pengolahan lahan

Untuk tahap pengolahan lahan, Anda bisa menyiapkan lahan dengan mencangkul halus tanah yang dipergunakan untuk budidaya timun suri. Akan lebih baik bila timun suri Anda tanam di dalam tanah datar serta tidak dibuat bedengan. Lakukan pembuatan lubang tanaman yang berukuran 1 x 1 meter. Anda bisa memasukkan pupuk kompos atau pun pupuk kandang di dalam lubang sekitar 1 kilo, dan diamkan selama kurang lebih 1 hari. 

  • Penanaman

Penanaman ini dilakukan setelah tanah yang Anda beri pupuk di biarkan selama kurang lebih 2 hari. Masukkan benih kurang lebih 2 biji ke tiap lubang tanam dan kemudian tutup serta siram dengan teratur hingga tanaman jagung tumbuh. Seringnya tanaman ini tumbuh dengan cara yang serempak di hari yang ke 7 setelah masa penanaman. Bila ada yang belum tumbuh hingga umur tersebut, Anda bisa melakukan penyulaman. 

Di dalam cara budidaya timun suri, tahap penyulaman ini berarti mengganti bibit yang telah rusak dengan bibit yang baru. Sehingga nantinya pertumbuhan bisa lebih serempak. Benih ini biasanya di pakai minimal 1 tahun setelah masa produksi, kekuatannya lebih bergantung pada penyimpanan benih dan juga perawatan. Seringnya benih dipergunakan hingga 1,5 tahun. 

  • Perawatan timun suri

Di umur 7 hari, setelah Anda melakukan penyiangan, bila tanaman telah tua serta berbuah timun suri ini bisa bersaing dengan gulma. Bahkan jika si timun telah berbuah, gulma ini dapat menguntungkan karena bisa menjadi alas antara tanah dan buah, sehingga buah tidak akan berhubungan langsung dengan tanah serta terhindar dari adanya serangan cacing serta hewan yang berasal dari tanah. 

Mengapa alas ini begitu penting? Hal ini dikarenakan di dalam tanah ada banyak sekali hewan seperti cacing, bila timun suri tidak di alasi, buah timun ini bisa saja dimakan oleh hewan tersebut, sehingga lebih baik, Anda mengalasinya agar tidak mudah rusak. Timun suri sendiri merupakan salah satu tanaman yang bandel serta tahan terhadap kekeringan. Jadi, untuk penanganan tanaman ini tidak terlalu sulit, bahkan tidak harus di siram dengan rutin. 

  • Masa panen

Umur penanaman timun mulai dari menanam hingga panen berlangsung selama 75 hari, hal ini bergantung dari varientas benih. Pemanenan dilakukan dengan cara yang bertahap bahkan hingga 10 kali pengambilan. Setelah 100HST nantinya timun suri sudah dapat di panen dan dapat dilakukan hingga 130HST. 

Buah yang sudah bisa dipanen dapat dengan cara pengecekan buah yang telah terlepas dari tangkai. Setelah semua buah selesai di petik kemudian masuk ke tahap pencucian hingga packing.

read more

TEKNIK PEMANENAN KUCAI YANG BAIK DAN BENAR

0 comments

Panen kucai Anda ketika sudah setinggi 17,8 hingga 25,4 cm. Ukuran umum kucai Anda akan bergantung pada varian yang Anda tanam. Tapi semua varian harusnya sudah bisa dipanen jika suda mencapai tinggi 17,8 hingga 25,4 cm. Ini biasanya terjadi di pertengahan musim panas, dan akan terus tumbuh sampai cuacanya menjadi dingin di bawah titik beku. Di beberapa wilayah yang musim dinginnya tidak terlalu dingin, kucai akan terus tumbuh dan menghasilkan tanaman yang bisa dipanen sampai setahun lamanya.

Potong kucai sekitar 5 cm dari pangkalnya. Gunakan gunting kebun atau gunting biasa untuk memotong kucai Anda secara melintang, dari lapisan luar tanamannya. Potong sekitar 5 cm dari pangkal tanamannya, karena itu akan menstimulasi pertumbuhan baru untuk panen berikutnya. Jangan memanen seluruh tanamannya sekaligus, karena itu akan menghentikan proses pertumbuhan berikutnya. Jangan juga dipotong secara miring, karena itu akan membuat kelembapannya hilang dengan lebih cepat dibandingkan jika dipotong melintang. Ini karena memotong secara miring akan mengekspos lebih banyak bagian tangkainya sehingga kelembapan tanamannya akan hilang lebih cepat.

Panen kucai Anda tiga hingga empat kali dalam setahun. Untuk hasil terbaik, panen kucai Anda di waktu musim panas dan akhir musim gugur tiga hingga empat kali dalam setahun. Jangan memanen seluruh tanamannya sekaligus. Cukup potong bagian yang Anda perlukan dari satu lahan, dan panen lagi lahan tersebut tiga hingga empat kali tiap tahunnya.



Petik atau potong bunganya ketika sudah mulai menyemai. Kucai bisa menjadi tanaman yang bisa berkembang biak dengan cepat karena tanaman ini bisa menyemai sendiri dan melakukan penyerbukan sehingga akan menguasai lahan kebun Anda seluruhnya. Untuk mencegah ini, potong bunganya ketika melakukan panen. Ini akan mencegah bunganya melakukan penyerbukan dan berkembang biak di kebun Anda seenaknya. Potong bunganya untuk tiap kucai.

Potong semua kucainya di akhir musim tanam. Memotong semua kucai di akhir musim gugur akan membantu Anda ketika mencoba menumbuhkan kucai yang lebih baik di musim panas berikutnya. Gunakan gunting kebun Anda untuk memotong bagian atas seluruh tanamannya sekitar 2,5 hingga 5,1 dari pangkalnya. Pemotongan ini harusnya dilakukan di bulan Oktober atau November. Kucai adalah tanaman yang abadi, sehingga mereka akan terus tumbuh kembali dengan sendirinya selama terus dijaga dengan baik.

Pisahkan kucainya tiap tiga hingga empat tahun. Sebagai hasil dari terus menumbuhkannya selama beberapa tahun, kucai akan menjadi cukup besar. Untuk mencegah kucainya menguasai kebun Anda dan membuatnya menjadi kacau, pisahkan kucai Anda tiap beberapa tahun. Kucai adalah salah satu jenis umbi-umbian, sehingga mereka bisa membelah diri dengan mudah.

Cukup gali tanahnya untuk mencari umbinya, pisahkan tiap bagian tanaman yang besar menjadi ukuran sepertiganya. Tanam ulang masing-masing tanaman yang sudah dibagi tersebut, atau buang tanaman yang berlebih jika memang tidak diperlukan.

Pertimbangkan menanam ulang kucai Anda yang berlebih di bawah atau pangkal pohon apel. Kucai yang ditanam di sini akan mencegah penyakit yang disebut keropeng apel yang kadang menyerang pohon apel. Kucai disebut bisa mengusir rusa, jadi pertimbangkan menanam kucai Anda yang berlebih di tempat yang mungkin sering muncul rusa yang mengganggu atau merusak kebun Anda.
(int)

read more

TEKNIK MENANAM CABAI PADA WAKTU MUSIM HUJAN

0 comments

Menanam cabai dimusim hujan berarti menanggung risiko gagal karena gangguan penyakit. Tetapi jika berhasil, harga cabai yang tinggi bakal memberikan keuntungan besar bagi petani. Dengan pemilihan lokasi, varietas, dan teknologi budidaya, keberhasilan itu gampang diraih.

Sebenarnya risiko kegagalan menanam cabai di musim hujan, tinggi. Hujan yang terus menerus akan meningkatkan kelembapan di sekitar areal penanaman. Hal ini akan mengundang ‘kedatangan’ cendawan atau bakteri yang berbahaya bagi tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diperhatikan beberapa “kiat khusus”.

Lokasi dan Varietas

Kiat pertama ialah mempersiapkan media semai. Ini penting karena musim hujan sangat sulit mendapatkan tanah yang kering. Demikian pula turus dan gelagar penopang tanaman harus tersedia sebelum penanaman dimulai.

Selain itu jumlah tenaga kerja yang diperlukan lebih banyak daripada biasa. Misalnya, pemasangan mulsa hitam perak harus selesai sebelum sore hari, karena kemungkinan besar hujan akan turun. Pekerjaan ini jangan sampai ditunda, karena bibit harus secepatnya dipindahkan.

Jangan menunggu sampai umur bibit semakin bertambah, sehingga terlambat pindah tanam. Umur bibit siap pindah akan menentukan produksi buah. Untuk cabai merah hibrida, bibit harus dipindahkan 17-21 hari setelah tanam di dataran rendah dan 23-28 hari setelah tanam di dataran tinggi.

Persediaan pestisida, terutama fungisida dan perekat harus lebih banyak daripada musim kemarau. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan serangan jamur dan bakteri akibat kelembapan tinggi di sekitar tanaman.

Pemilihan lokasi penanaman akan menentukan keberhasilan pertumbuhan selanjutnya. Lokasi bekas penanaman padi, kacang-kacangan, jagung, kubis bisa jadi alternative. Yang penting jangan memilih bekas tanaman family Solanaccae seperti tomat, kentang dan terung.

Selain syarat di atas, tanah tersebut harus kaya bahan organic, pH 5,5-6,5, gembur dan sedikit mengandung tanah liat, sehingga drainase akan berjalan baik. Bila tidak, tanah akan sulit membuang air. Akibatnya perakaran tanaman akan tergenang dan menjadi busuk.

Pemilihan varietas juga langkah awal yang penting untuk menunjang keberhasilan budidaya cabai merah di musim hujan. Pilihlah varietas yang tahan penyakit. Pada cabai hibrida contohnya varietas hot beauty dan hero. Varietas tersebut terkenal mempunyai toleransi tinggi yang disebabkan oleh virus.

Pembibitan

Saat pembibitan, sebaiknya jumlah benih yang akan disemai lebih banyak 1-2 pak daripada biasanya. Kelebihan benih disemai selang satu minggu setelah penyemaian selesai. Tujuannya sebagai cadangan penyulaman.


Benih yang disemai ditanam di polybag ukuran 5 cm x 7 cm, berisi media pupuk kandang, pasir dan pestisida. Polybag-polybag tersebut diletakkan di rak-rak pesemaian setinggi 1,2 m. jarak antar tanah dengan rak bagian bawah 40 cm. maksudnya agar benih cabai tidak terkena percikan hujan.

Penyakit yang biasa menyerang bibit adalah rebah batang atau dumping off akibat serangan cendawan Pythium aphanidermatum. Untuk mengatasinya, semprotkan fungisida berbahan aktif promakarb hidroklorida dengan konsentrasi 0,5-1,0 ml/l saat daun sejati bibit telah muncul (12-14 hari setelah tanam). Menjelang pindah tanam, bibit disortir. Hanya bibit sehat dan seragam yang layak untuk ditanam.

Populasi Tanaman

Bibit selanjutnya ditanam di bedengan. Ukuran bedengan disesuaikan dengan kondisi saat musim hujan. Lebar bedengan 100-110 cm, lebar parit 60-70 cm, panjang bedengan kurang dari 12 m. hal ini mempermudah pemeliharaan tanaman dan pembuangan air yang berlebihan. Tinggi bedengan minimal 50 cm, agar akar tidak tergenang saat hujan. Juga supaya air hujan terbuang tuntas.

Bedengan perlu ditutup mulsa hitam plastik hitam perak. Tujuannya untuk mengurangi penguapan air dalam tanah dan menghindari percikan air hujan yang dapat mengakibatkan datangnya cendawan. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan sesudah hujan, untuk memudahkan penancapan bambu pada pinggiran mulsa.

Pemasangan mulsa harus selesai saat itu juga, jangan tertunda.

Jumlah bedengan tergantung luas lahan. Yang pasti, populasi tanaman tidak lebih dari 17.000 tanaman per hektar. Populasi yang terlalu padat akan merangsang datangnya hama dan penyakit. Jarak tanam yang digunakan 60 cm x 65 cm dengan system tanaman zig-zag atau 65 cm x 70 cm dengan system tanam berhadap-hadapan antar baris tanaman.


Apabila lahan berbentuk terasering, penanaman sebaiknya dimulai dari hamparan paling bawah. Tujuannya bila tanaman yang berumur tua terserang penyakit, ia tidak akan menulari tanaman yang lebih muda lewat pengairan.

Selanjutnya, untuk mencegah robohnya tanaman akibat hujan dan tiupan angin, dipasang ajir rangkap dua. Ajir dihubungkan dengan palang bambu yang tipis. Dapat pula tali yang kuat.

Selain itu, seminggu setelah tanam, tunas-tunas yang tumbuh harus dirempel atau dipangkas sampai terbentuk cabang. Bila tidak dipangkas, daun-daun di bagian bawah akan sangat rimbun, sehingga akan ‘mengundang’ cendawan.

Pemupukan

Untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit digunakan pupuk kandang matang 0,75-1,0 kg pertanaman dan 80-100 gr campuran pupuk kimia, dengan perbandingan ZA : Urea : TSP : KCl sebesar 2 : 1 : 1,5 : 1,5.

Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur 12-14 hari setelah tanam, dengan pupuk daun N seperti Kemira Green atau Complesal Special Tonic. Pemberian ini cukup sekali saja, sedangkan pupuk daun unsur P dan K tinggi diberikan sekali pada umur 40 hari setelah tanam, seperti Kemira Red atau Complesal Super Tonic.


Disamping pupuk N, pupuk mikro juga diberikan lewat daun. Tujuannya untuk mencegah kerontokan buah dan meningkatkan ketahanan tanaman. Jenis pupuk mikro ini adalah multimicro yang diberikan dua kali, yaitu saat umur 25 dan 53 hari setelah tanam.

Pemupukan nitrogen (ZA dan urea) yang terlalu tinggi atau terlalu sering, mengakibatkan tanaman terlalu subur sehingga banyak terbentuk daun. Pembentukan buah berkurang, batang menjadi sukulen. Hal ini membuat tanaman peka terhadap penyakit dan mudah patah bila tertimpa curah hujan.

Hama dan Penyakit

Perawatan penting lain ialah memantau serangan hama dan penyakit. Di musim hujan, serangan penyakit jauh lebih berbahaya daripada serangan hama. Biasanya serangan muncul saat tanaman mulai berbuah (pada 40 hari setelah tanam).

Penyakit yang biasa menyerang terutama layu Fusarium (Fusarium oxysporum), dan layu bakteri (Psedomonas solanaceae). Untuk mengatasinya, tanaman yang terserang dicabut dan tanaman disekitarnya disiram larutan formalin atau KMnO4 dengan konsentrasi 0,2 persen.

Hama yang biasa menyerang adalah lalat buah (Dacus dorsalis). Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif deltamerin 0,2-0,4 ml/l, triazofoz 1-2 ml/l. dapat pula digunakan perangkap dengan sex pheromone yang terbuat dari bahan aktif metil eugenol.

Pada saat tanaman berbuah lebat, antraknosa atau “patek” (Colletotrichum capsici) sering menyerang tanaman cabai ini. Untuk mengatasinya, gunakan fungisida berbahan aktif karbendazim 1-2 gr/l secara bergantian dengan fungisida kontak lainnya.

Selain antraknosa, penyakit bercak bakteri (Xanthomonas campestris) juga mengganas di musim hujan. Cirinya, pada daun terdapat bercak-bercak kebasahan seperti ada bekas minyak. Daun-daun yang terserang secepat mungkin dipetik untuk menghindari penyebaran penyakit ini. Selain itu dapat dapat pula digunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksiklorida dengan konsentrasi 2-3 gr/l.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan ialah membersihkan gulma-gulma di sekitar parit antar bedengan, untukmengurangi kelembapan tanaman serta menghindari gulma sebagai inang hama dan penyakit. Daun-daun yang terserang dipetik dan dimusnahkan, agar tidak menyebar ke tanaman sehat. Tanaman yang terserang penyakit harus segera dicabut dan dibakar. Daerah sekitar tanaman terserang diisolasi dengan perlakuan khusus sesuai macam serangan penyakit.
(int/berbagai sumber)

read more

CARA BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT

0 comments

Mungkin beberapa diantara Anda masih kurang paham mengenai perbedaan kangkung darat dengan kangkung air. Dimana keduanya sering dianggap sama saja. Sebenarnya perbedaan utama dari kedua jenis kangkung ini terletak pada bentuk daun sekaligus warna bunganya. Karena kangkung darat atau Ipomoea Reptans memiliki warna hijau terang dan daunnya berujung runcing. 

Kangkung darat juga memiliki bunga berwarna putih. Cara budidaya kangkung darat sendiri terbilang membutuhkan satu teknik tersendiri. Sementara untuk kangkung air (Ipomoea Aquatica) memiliki daun berwarna hijau sedikit lebih gelap dengan bagian ujung daun yang agak tumpul dan membulat sehingga terkesan cukup lebar. Bunga di kangkung darat berwarna agak ungu. 

Bukan hanya perbedaan fisik, namun seperti yang sempat juga disinggung dalam penjelasan diatas untuk kebiasaan cara menanam dan memanen 2 jenis kangkung ini juga berbeda. Pasalnya kangkung darat harus di panen dengan dicabut, sedangkan kangkung air justru dipanen dengan dipotong. 

Kangkung darat sekarang ini lebih banyak beredar di pasaran komersial dibandingkan kangkung air. Sedangkan kangkung air sendiri lebih banyak ditanam dan dikonsumsi secara subsisten oleh semua masyarakat Indonesia. Budidaya kangkung darat sebenarnya sangat mudah, meskipun butuh teknik tersendiri karena sayuran yang satu ini memiliki siklus panen relatif tahan lama dan cepat. 

Sehingga harga kangkung di pasaran cenderung murah jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya. Untuk dapat meningkatkan nilai jual, Anda dapat membudidayakan kangkung darat menggunakan teknik penanaman organik. Dimana harga kangkung darat organik tergolong lebih tinggi. 

Budidaya kangkung darat sekarang ini dapat dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Di dalam meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan kangkung darat dengan baik, maka budidaya kangkung darat semestinya mendapatkan curah hujan sekaligus sinar matahari yang tercukupi. 

Bisa Anda tingkatkan juga jumlah bibit kangkung darat, Anda dapat menyiasatinya dengan stek dan biji. Akan tetapi khusus untuk kangkung darat, biasanya para petani melakukan penambahan bibit hanya dengan menggunakan biji. 

Teknik pembudidayaan kangkung darat

Untuk teknik yang digunakan membudidayakan kangkung darat tergolong cukup sederhana. Dimulai dari proses penanaman bibit kangkung pada area yang sudah disiapkan. Penting untuk Anda ketahui bahwa kangkung darat ini memiliki ciri-ciri fisik dengan daun panjang, daun berwarna hijau, daun berujung runcing serta bunganya berwarna putih. 


Bibit dari kangkung darat yang harus Anda tanam adalah bijinya. Untuk memenuhi kebutuhan penanaman kangkung darat yang memiliki luas wilayah kira-kira 1 hektar, maka Anda akan membutuhkan paling tidak sekitar 10 kg kangkung cabut. 

Perawatan kangkung darat

Cara budidaya kangkung darat sejatinya memang bukan hal yang sulit. Untuk melakukan perawatan penanaman kangkung darat selain harus rutin melakukan penyiraman dan pemeriksaan hama serta penyakit. Anda tentu saja harus melakukan pemupukan guna memastikan bahwa tanaman kangkung yang Anda budidayakan sudah mendapatkan berbagai asupan zat yang dibutuhkan. 

Ketika kangkung Anda daunnya tiba-tiba berubah menjadi kekuningan artinya Anda kurang melakukan perawatan atau justru tanaman kangkung tersebut kekurangan asupan zat yang dapat diperolehnya dari pupuk. Maka dari itu, tips yang sangat cocok untuk membantu Anda membudidayakan kangkung darat akan dapat Anda lakukan dengan cara melakukan penyiangan gulma secara lebih teratur. Hal ini berfungsi memastikan bahwa gulma yang ada di sekitar tanaman tidak mengambil semua zat yang dibutuhkan oleh kangkung darat dan memang sedianya Anda berikan dalam memenuhi kebutuhan zat tanaman kangkung Anda. 

Hama termasuk salah satu pengganggu yang sangat mengancam tanaman kangkung darat, sehingga Anda harus cermat dan benar-benar mengenai cara budidaya sekaligus membantu menghilangkan berbagai gangguan yang mengancam tanaman kangkung Anda. 

Panen kangkung darat

Jika Anda sudah berhasil melakukan cara budidaya yang baik, maka selanjutnya Anda dapat segera memanen hasil yang maksimal. Cara panen kangkung darat sendiri biasanya dilakukan dengan dicabut atau dipotong pada bagian pangkat batang kangkung. Jika Anda memilih melakukan pencabutan, ini biasanya membuat Anda hanya dapat melakukan satu kali panen. 

Akan tetapi jika dipotong, tentu Anda dapat melakukannya beberapa kali panen yang biasanya sekitar 3 hingga 5 hari. Panennya juga tergolong sangat cepat, karena hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari saja. 

Maka dari itu, setiap bulan sangat mungkin bagi Anda untuk melakukan 6 kali panen. Selain itu, untuk menanam sekaligus menerapkan cara budidaya kangkung darat yang baik Anda tidak membutuhkan area atau lahan yang terlalu luas. Karena meskipun Anda hanya memiliki lahan seluas 10 meter saja, budidaya kangkung darat sudah dapat Anda lakukan. 

Bahkan dengan lahan yang sedemikian terbatasnya itu, Anda masih akan mendapatkan hasil panen sampai dengan 30 hingga 35 kg untuk setiap 1 kali masa panen. 

read more
Related Posts with Thumbnails
Loading...
Loading...
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog