loading...

PANDUAN MENGATASI HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN BUAH PEPAYA

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-mengatasi-hama-penyakit-pada.html

PANDUAN MENGATASI HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN BUAH PEPAYA





1. Tungau (Tetranychus spp)
Tungau ini menyerang daun, dan akan menjadi hebat serta merajalela disaat musim kemarau. Terlebih-lebih lagi kalau terjadi kemarau panjang. Kerusakan ini akan terlihal paila daun antara jari-jari daun yang mengering.

Pemberantasannya :
Kalau secara tradisional, maka kita taburkan saja tepung belerang pada pagi hari setelah ada embun. Penaburan tepung belerang ini diberikan dibawah telapak daun. Bila kita akan memakai obat-obatan (insektisida) maka dapat pula diberi­kan demicron, lindani', orthane atau filidol untuk usaha pemberantasannya. Obat-obat ini bisa kita beli di toko-toko obat-obatan untuk pertanian atau bisa juga kita membelinya di BUUD.


2. Kutu Pseudaulacaspis Pentagona
Kutu ini akan tampak pada batang pepaya, dan bergerombol hingga akan kelihatan banyak sekali. Kalau dilihat sepintas lalu saja berupa perisai yang berwarna putih dan abu-abu seperti kulit batang pepaya itu sendiri. Sedangkan yang berwarna putih itu adalah kutu-kutu yang berjenis kelamin jantan dan yang abu-abu merupakan kutu yang berjenis ke­lamin betina.

Perisai kutu ini sering pula tertutup oleh kulit bagian atas dari batang pepaya yang tipis, sehingga tidak mudah diketahui bila belum dikenal

Pembasmiannya:
Pemberantasannya memang dapat dilakukan dengan mempergunakan insektisida seperti pemberantasan Tungau.


baca juga artikel lainnya tentang tanaman pepaya:




3. Keong (Achatina Fulica)

Sebenarnya keong ini merupakan hama dari setiap kebun yang tidak dipelihara kebersihannya. Serangan keong yang secara serentak ini akan dapat merusak kulit batang bagian atas dekat buah ataupun bunga.

Pemberantasannya:
  • Dengan cara mengumpulkan semua keong-keong tersebut dan membunuhnya.
  • Kalau saja kita mempunyai ternak bebek, maka keong tersebut kita manfaatkan untuk makanan bebek. Selain keong akan terbasmi habis dimakan bebek, maka bebek itupun akan bertelur semakin banyak.
  • Keong yang masih berada dibawah biasanya akan bersembunyi dibawah mulch. Akan tetapi pada sore harinya terutama sekali dimusim penghujan akan keluar dan mu­dah kita kumpulkan.4. Kelelawar dan Kutilang 
  • Dua jenis burung ini memang sangat senang dengan papaya, maka tidak ada cara-cara pembasmiannya untuk kedua jenis perusak ini. Hanya kalau melihat mereka kita halau saja. Namun biasanya kelelawar ini bila makan dan menyerang selalu malam hari.

5. Manusia Jahil
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-mengatasi-hama-penyakit-pada.html

Menghadapi hama yang satu ini memang sangat memusingkan, sebab tak jarang manusia pencuri ini selalu berkeliaran dan mengambil buah yang telah masak untuk dimakan sendiri ataupun bahkan dijualnya.

Pemberantasannya:Untuk memberantas hama berkepala hitam tersebut diatas bisa dikatakan hal yang paling sulit dibasmi, sebaiknya memang pohon pepaya yang telah mulai masak di kebun itu diberi penjagaan. Terutama selama malam hari. 

Untuk memudahkan mencari pepaya curian, maka sebaiknya memang buah pepaya yang telah besar-besar dan hampir masak itu diberi tanda khusus dan rahasia yang hanya diketahui oleh pemiliknya saja. Hingga tahu kalau pepaya yang dijual dipasar itu adalah pepaya curian dari kebun kita. Walaupun untuk itu kita juga tak bisa berbuat banyak.



Penyakit pepaya ini sebenarnya juga banyak, akan tetapi sebagian besar tidak membahayakan kehidupan dari pohon tersebut, maka kita juga akan menguraikan bagian-bagian yang terpenting saja. 


1. Jamur Pylhium Sp
Penyakit ini menyerang pada leher akar ataupun bagian akar. Akibat dari serangan ini maka akar pepaya akan dapat membusuk. Biasanya biang keladi dari datangnya penyakit ini adalah kurang baiknya dari pembuangan air hingga ba­nyak air yang menggenangi akar.

Pemberantasannya :
Penyakit ini tidak ada jalan lain untuk memberantasnya, kecuali dengan jalan memperbaiki got-got dan pembuangan airnya yang berada di dalam kebun itu sendiri. Kalau sudah ada gotnya maka got itu perlu diperdalam.


2. Bakteri Papayae
Penyakit ini menyerang pada daun pepaya, hingga kelihatan mengering dan dimulai dari pinggir daunnya. Terutama daun yang masih muda. Penyakit ini sudah berjangkit di ke­bun pepaya yang berudara lembab.

Pemberantasannya:
Beri kesempatan matahari masuk dan bersinar langsung, hingga keadaan kebun tidak menjadi lembab lagi

3. Virus Penyakit ini menyerang daun hingga daun itu sendiri menjadi keriting, berbintik-bintik dengan warna kuning. Daun­nya kelihatan cengkong dan tangkainya melayu hampir terkulai kebawah. Bila hal ini dibiarkan maka seluruh pohon akan mati.

Adapun virus ini dipindah pindahkan dari satu pohon kepohon lainnya oleh kutu-kutu daun yang sering dikenal dengan nama kutu Aphis.

Pemberantasannya: Untuk pemberantasan penyakit ini memang belum diketahui secara langsung, akan tetapi ada usaha pencegahan :

  • Basmi pohon dengan segera yang telah terserang virus ini.
  • Basmi kutu-kutu Aphis yang kelihatan pada daun-daun pepaya, dengan mempergunakan insektisida.Akan tetapi penyakit ini di Indonesia hampir dikatakan tidak ada, namun untuk Trinidad penyakit ini benar-benar sangat meraja lela, hingga banyak membunuh pohon-pohon pepaya yang sedang berbuah maupun yang sedang berkembang.

read more

PEDOMAN CARA MEMUPUK TANAMAN JERUK YANG BAIK

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/pedoman-cara-memupuk-tanaman-jeruk-yang.html

Tanaman jeruk manis diharuskan untuk selalu dipupuk terus-menerus secara teratur apalagi untuk tanah yang kurang subur. Ada beberapa unsur-unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk yang memacu tumbuh kembangnya.

Nitrogen mempengaruhi pertumbuhan dahan, ranting, dan daun. Keadaan buah dipengaruhi pula oleh unsur ini. Kalau nitrogen kurang, rasa buahnya asam dan bila berlebihan memperlambat pematangan buah. Selain itu pemberian nitrogen secara berlebihan mengurangi daya tahan tanaman jeruk terhadap penyakit.

Fosfor memacu pertumbuhan akar yang baik dari benih dan tanaman jeruk manis muda. Oleh karena itu tanaman jeruk manis muda banyak memerlukan fosfor. Kebutuhan ini meningkat mengikuti pertambahan umur tanaman jeruk.

Peranan lain unsur hara fosfor, yaitu mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, serta memperbanyak bunga yang menjadi buah. Kekurangan unsur hara ini menyebabkan buah kecil-kecil, kulit buah tebal, dan rasa buahnya asam. Selain itu daun lebih kecil dan kaku.

Kalium berguna untuk meningkatkan mutu buah jeruk. Bila tanaman jeruk manis ini kekurangan unsur kalium, maka rasa buah hambar, tetapi bila berlebihan buahnya asam.
Kalsium umumnya terdapat dalam jumlah yang memadai pada tanah di Indonesia. Bila jeruk manis kekurangan unsur ini, menyebabkan daun menguning (terutama tulang daun), lekas rontok, dan tunas muda yang tumbuh cepat mati.

Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik (misalnya pupuk kandang) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk kandang terutama diberikan pada saat tanam, sedangkan pada periode selanjutnya sering diberikan pupuk buatan (urea, TSP, dan KCL atau jenis lain).

Pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang dan pupuk fosfat dimasukkan lebih dahulu ke dalam lubang tanam bersama dengan tanah galian bagian atas. Untuk satu lubang bersama tanah galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang sekitar 10-15 kg dan 1,5 kg TSP. Pemupukan lanjutan sebaiknya dilakukan setelah tanaman jeruk manis berumur 4 tahun. 


Salah satu pedoman dalam kegiatan pemupukan dikemukakan skema pemupukan yang ditetapkan oleh Jawatan Pertanian Rakyat bagian perkebunan sebagai berikut:

Unsur Tanaman
Pupuk Kandang
ZA (gram)
DS (gram)
ZK (gram)
4 th
5 th
6 th
7 th
8 th
9 th
10 th
8
10
12
14
16
18
20
800 - 1200
1000 - 1500
1200 - 1800
1400 - 2100
1600 - 2400
1800 - 2700
2000 - 3000
200
250
300
350
400
450
500
600
750
800
900
1000
1000
1200
Dosis pupuk tanaman jeruk pada tanah latosol (untuk satu pohon)
Keterangan: Isi 1 kaleng sekitar 20 liter cairan atau sekitar 8,5 – 10 kg pupuk kandang
Dosis pupuk tanaman jeruk pada tanah latosol (untuk satu pohon)

Keterangan:
Isi 1 kaleng sekitar 20 liter cairan atau sekitar 8,5 – 10 kg pupuk kandang
Jumlah takaran pada tabel di atas, diberikan secara bertahap dua kali dalam setahun. Pemberian pupuk dilakukan sebelum atau menjelang tanaman jeruk berbunga, yaitu menjelang musim hujan dan menjelang akhir musim hujan. Jangan melakukan pemupukan pada saat tanaman jeruk berbunga, sebab bunga bisa rontok (gugur).

Pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkari tajuk pohon. Kedalaman lubang pupuk 30 cm atau lebih sesuai dengan kedalaman akar tanaman jeruk. Bila tanaman jeruk sudah besar dan tajuk satu pohon dengan yang lainnya hampir bertaut, pupuk dapat diberikan pada sela-sela barisan tanaman atau antara tajuk pohon yang satu dengan yang lain.

Ada pula yang memberikan pupuk lanjutan sejak tanaman jeruk berumur satu tahun, sebagaimana cara pemberian pupuk di Brazilia seperti tabel berikut:



Waktu Pemupukan
Urea (gram/
pohon)
TSP (gram/
pohon)
KCL
(gram/
pohon)
Tahun Pertama
Tahun Kedua
Tahun Ketiga
Tahun Keempat
Tahun Kelima
Tahun Keenam
Tahun Ketujuh
Tahun Kedelapan
-
160
160
325
490
650
870
1085
300
110
150
220
300
450
450
450
100
80
130
165
330
500
600
700
Pemberian pupuk lanjutan untuk tanaman jeruk


Pemupukan dilakukan sebelum tanaman jeruk berbunga, setelah terbentuk tunas dan daun baru dan selama periode pertumbugan buah.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/pedoman-cara-memupuk-tanaman-jeruk-yang.html
BACA juga artikel tanaman jeruk lainnya :

read more

CIRI DAN AROMA KOPI ROBUSTA

0 comments

Menguasai 25% pasar dunia, Indonesia merajai pasar kopi jenis ini yaitu dengan angka 90%. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.


Ciri-ciri Pohon:
  • Habitus: Perdu, tahunan, tinggi ± 5 m.
  • Batang: Berkayu, keras, tegak, putih ke abu-abuan.
  • Daun: Tunggal, bulat telur, mengkilat, ujung runcing, tepi rata, pangkal turnpul, panjang 5-15 cm, lebar 4-6,5 cm, pertulangan menyirip, langkai panjang 0,5-1 cm, hijau.
  • Bunga: Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, kelopak berbagi lima, hijau, mahkota bentuk bintang, putih, benang sari lima, tangkai sari putih, kepala sari hitam panjang putik ± 3 cm, kepala putik coklat, putih.
  • Buah: Bulat telur, diameter ± 5 mm, masih muda hijau setelah tua merah.
  • Biji: Bulat telur, berbelah dua, keras, putih kotor.

Akar: Tunggang, kuning muda.

Ciri-ciri aroma dan rasa kopi robusta:
- Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
- Bau yang dihasilkan khas dan manis.
- Warnanya bervariasi sesuai cara pengolahan.
- Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.


Khasiat lain dari kopi robusta adalah sebagai pencegah keracunan tempe bongkrek, obat batuk, obat kuat dan peluruh air seni karena daun kopi ini mengandung alkaloida. saponin, flavonoida dan polifenol.


Untuk mencegah keracunan tempe bongkrek dipakai ± 5 gram biji kopi, disaring dan dilumbuk sampai halus, diseduh denga 1/2 gelas air matang panas kemudian disaring, Hasil saringan diminum sekaligus.

read more

BAGIAN-BAGIAN DARI BIJI TANAMAN BUAH

0 comments

Biji dalam perkembangannnya terdiri dari 3 bagian dasar, yang antara lain embrio, jaringan penyimpan makanan, dan pelindung biji.

Embrio yaitu bagian biji yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Embrio terbentuk dari bersatunya gamet jantan dan betina pada proses pembuahan. Embrio yang berkembang sempurna akan memiliki bagian-bagian seperti epikotyl (calon pucuk), hipokotyl (calon akar), dan kotyledon (calon daun). Tanaman pada kelas angiospermae diklasifikasikan oleh banyaknya kotyledon. Tanaman monokotil mempunyai satu kotiledon seperti pada bawang, sedangkan tanaman dikotil mempunyai dua kotiledon seperti pada kacang-kacangan. Tanaman dari kelas gymnospermae umumnya mempunyai lebih dari dua kotiledon, misalnya pinus yang mempunyai 15 kotiledon. Pada tanaman famili rumput-rumputan, kotiledon berbentuk menyerupai perisai yang disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut koleoptil dan bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radikula yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.



Jaringan penyimpan makanan yaitu bagian biji yang berfungsi sebagai cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio. Pada masing-masing jenis tanaman, jaringan penyimpan makanan memiliki sebutan yang berbeda, antara lain kotiledon pada kacang-kacangan, endosperm pada jagung, perisperm pada famili Chenopodiceae, dan gametphyte betina yang haploid pada pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan mineral. Komposisi dan persentasenya berbeda berdasarkan jenis biji.



Pelindung biji yaitu bagian biji yang melindungi embrio dan jaringan penyimpan makanan dari lingkungan luar. Pelindung biji terdiri dari beberapa bagian yakni kulit biji, sisa nukleus, dan endosperm dan kadang-kadang bagian dari buah. Kulit biji berasal dari integumen ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Kulit biji biasanya keras dan kuat dan berwarna coklat dan bagian dalamnya tipis dan berselaput dan berfungsi untuk melindungi biji dan kekeringan. Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat perbedaan antara kelas monokotil dan dikotil, yaitu pada sub kelas monokotil cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan berkecambah setelah menyerap air. Sedangkan tanaman dikotil cadangan makanan terdapat pada kotiledon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog